HomeMotivasiBelajar ‘Bodoh’ Bersama Gusmus dan Steve Jobs

Belajar ‘Bodoh’ Bersama Gusmus dan Steve Jobs

Motivasi Spiritual 0 6 likes 1.1K views share

Oleh : Ahmad Musyaddad | Founder of Rawetuban.com, & Bakpia Lumer

Ada dua tokoh yang menurut saya begitu menginspirasi dalam hidup, yakni Gus Mus dan Steve Jobs. Meski keduanya mempunyai bidang yang berbeda; Gus Mus di bidang religi dan budaya; Steve Jobs di bidang teknologi informasi, tetapi saya akan berusaha menemukan kesamaan di antara keduanya dalam hal belajar.

“Apapun dirimu, janganlah berhenti belajar sampai kapan pun!”, Begitu kata Gus Mus. Demikian juga dengan Steve Jobs, “Stay hungry, stay foolish; tetaplah lapar (ilmu), tetaplah merasa bodoh”. Intinya, keduanya menekankan pentingnya belajar sepanjang hidup. Hal ini senada dengan perintah Nabi, “Carilah ilmu dari buaian sang ibu hingga ke liang lahat”.

Prinsip belajar seperti demikian sangatlah penting. Misalnya dalam bidang agama. Gus Mus menyeru kepada kaum muslim, apapun alirannya, untuk selalu belajar dan berproses. Seseorang tidak dapat dinilai baik-buruknya, bahkan sesat-tidaknya, ketika saat masih di dunia karena seseorang tersebut sejatinya masih belajar dan berproses. Mungkin saja saat ini kita melihat seseorang berpredikat buruk, tetapi boleh jadi di masa depan ia justru menjadi orang yang baik. Anda tentu pernah mendengar ungkapan berikut ini, lebih baik mantan maling menjadi agamawan daripada mantan agamawan menjadi maling. Di samping itu, dalam belajar memahami sesuatu, bisa saja sesuatu yang awalnya kita anggap buruk, setelah kita belajar dan mengetahui lebih banyak, kita menilainya baik, dan sebaliknya.

Semakin seseorang belajar tentang sesuatu, maka ia akan merasa lebih bodoh dari sebelumnya, man-izdada ‘ilman izdada jahlan. Sebab dengan mempelajari sesuatu ia akan mendapatkan sesuatu yang baru dan sekaligus ada hal-hal baru lagi yang ingin diketahui. Singkatnya, seseorang yang belajar akan mendapatkan jawaban sekaligus pertanyaan yang baru. Karenanya, dalam akun twitternya, Gus Mus mendeskripsikan dirinya sebagai ‘orang bodoh yang tak kunjung pandai’.

Seseorang yang belajar akan mendapatkan jawaban sekaligus pertanyaan yang baru.

Mari kita beralih pada pemikiran Steve Jobs dan mengaitkannya dalam bidang kompetisi dan bisnis. Era sekarang ini adalah era kompetisi. Lihat saja di sekolah-sekolah dan kampus-kampus favorit. Banyak orang berebut untuk mendapatkan nilai tertinggi, masuk kampus favorit, dan lulus dengan predikat mahasiswa terbaik. Banyak orang tua memberikan tambahan pelajaran kepada anaknya berupa les privat atau les di lembaga bimbingan belajar agar tidak tertinggal dengan teman-temannya yang lain.

Belajar ‘Bodoh’ Bersama Gus Mus dan Steve Jobs (2)

Persaingan yang ketat di sekor ekonomi dan bisnis kita temukan dengan sangat mencolok pada bidang teknologi. Satu hal yang perlu anda ketahui, teknologi adalah sesuatu yang paling cepat menjadi kuno. Silakan amati telepon seluler anda dan bandingkan dengan yang anda punyai 10 tahun yang lalu. Lihatlah perbedaan mencoloknya.

Masing-masing perusahaan teknologi bersaing sedemikian ketat agar dapat memenangkan kompetisi pasar. Inovasi pun terus dilakukan. Siapa yang berhenti berinovasi, dialah yang kalah. Anda tentu mengingat dua perusahaan teknologi yang sempat memengkan pasar di Indonesia; Nokia dan Kodak. Keduanya tidak berbuat kesalahan, tetapi mengapa keduanya kini tenggelam dan kalah dalam persaingan? Zamanlah yang berubah dengan sangat pesat. Keduanya sedikit saja lalai dalam belajar dari perkembangan zaman, maka kompetitor akan mengalahkannya.

Belajarlah apa saja dan dari siapa saja!

Dalam hidup janganlah berhenti belajar. Belajarlah apa saja dan dari siapa saja. Tidak hanya tentang ilmu agama, akademik, persaingan, dan bisnis, tetapi belajarlah tentang hidup secara menyeluruh. Jangan hanya belajar kepada teman-teman dan orang terdekat anda, tetapi belajarlah juga kepada musuh dan kompetitor anda. Jangan hanya belajar kepada mereka yang sudah tua dan berpengalaman, tetapi belajarlah juga kepada mereka yang masih muda tentang keberanian dan kreativitas. Bahkan belajarlah juga kepada anak-anak kecil, belajarlah bagaimana mereka berani mnghadapi hidup, tersenyum bersahaja, dan selalu berbahagia. Selalulah merasa bodoh, jangan sekali-kali merasa sudah pandai, apalagi berhenti belajar. Dengan demikian, anda akan menjadi bijaksana dan meraih kesuksesan di bidang apapun dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *