HomeMotivasiPilih Sedekah Sedikit tapi Ikhlas atau Sedekah Banyak tapi Tidak Ikhlas?

Pilih Sedekah Sedikit tapi Ikhlas atau Sedekah Banyak tapi Tidak Ikhlas?

Motivasi 1 2 likes 1.1K views share

Seringkali kita terjebak pada ungkapan, “Bersedekahlah dengan ikhlas!”, sehingga ketika bersedekah kita hanya mementingkan kualitas batin kita, yakni keikhlasan. Kemudian muncullah suatu gagasan bahwa satu cara yang paling mudah untuk meraih keikhlasan adalah dengan bersedekah dengan jumlah yang sedikit, sehingga sedekah hanya dipahami sekedar mengeluarkan harta, entah itu sedikit atau banyak, yang penting ikhlas. Akhirnya sedekah dengan jumlah yang banyak pun enggan untuk dilakukan, karena jelas bahwa ketika kita bersedekah dengan jumlah yang banyak kita sulit untuk mengatur suasana hati kita agar menjadi ikhlas. Pendeknya, eman deh ngeluarin uang banyak, buat apa, toh tidak ikhlas pula.

Dari permasalahan tersebut saya ajukan sebuah pertanyaan, manakah yang lebih utama antara sedekah sedikit dengan disertai keikhlasan ataukah sedekah banyak tetapi tanpa disertai keikhlasan. Jawabannya adalah sedekah banyak, mau ikhlas atau tidak ikhlas, itu ngga penting! Loh, kok gitu? Mari simak uraian berikut.

Al Ghazali

Imam Al Ghazali dalam Masterpiece-nya Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa sedekah dengan jumlah banyak tetapi tidak ikhlas itu lebih utama daripada sedekah dengan jumlah sedikit tetapi disertai keikhlasan. Mengapa demikian? Al Ghazali mempunyai dua argumen. Pertama, seseorang yang bersedekah banyak tetapi tidak ikhlas mempunyai tantangan berat yang muncul dari dalam dirinya, yakni hawa nafsu. Orang tersebut telah berhasil memerangi hawa nafsunya hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengeluarkan sedekah dengan jumlah yang banyak walaupun tanpa disertai keikhlasan.

Sedekah dengan jumlah banyak tetapi tidak ikhlas itu lebih utama daripada sedekah dengan jumlah sedikit tetapi disertai keikhlasan (Al Ghazali).

Kedua, argumen ini berkaitan dengan aspek kemanfaatan. Silakan bandingkan mana yang lebih bermanfaat, bersedekah uang bergambar Pattimura memegang golok atau uang bergambar Soekarno Hatta memakai songkok. Singkatnya, takmir masjid tidak peduli anda mau ikhlas atau tidak ikhlas, yang penting sedekah anda berjumlah banyak sehingga dapat digunakan untuk banyak hal bermanfaat.

Berbicara tentang keikhlasan, ada dua predikat bagi seseorang yang berkerkaitan dengan masalah ikhlas, yakni mukhlish dan mukhlahs. Mukhlish adalah seseorang yang mengupayakan hatinya untuk ikhlas, sedangkan mukhlash adalah seseorang yang diberi oleh Allah suatu keikhlasan dalam hatinya. Keikhlasan adalah soal hati. Kita sulit untuk mengatur hati kita menjadi ikhlas sehingga keikhlasan semata-mata merupakan sebuah karunia atau pemberian dari Allah. Hal ini sama halnya dengan khusyu’ dalam sholat. Kita hanya sebatas mampu mengupayakan untuk khusyu’, perkara kita akhirnya bisa khusyu’ atau tidak itu urusan Allah. Sebab khusyu’ juga merupakan karunia atau pemberian dari Allah.

Mukhlish adalah seseorang yang mengupayakan hatinya untuk ikhlas, sedangkan mukhlash adalah seseorang yang diberi oleh Allah suatu keikhlasan dalam hatinya.

Satu tips dari saya untuk mendapatkan keikhlasan ketika bersedekah adalah dengan cara tidak memikirkannya. Banyak di antara kita yang ketika selesai bersedekah masih saja memikirkan harta yang telah disedekahkan tersebut hingga dalam hati timbul kebimbangan dan berujung pada ketidakikhlasan. Kalau anda mau bersedekah ya sudah bersedekah saja, tidak usah dipikir-pikir. Anggap saja anda sedang membuang sesuatu yang tidak berharga, atau bahkan anggap saja anda seperti sedang membuang kotoran di WC. Beres, kan? Atau jangan-jangan selama ini anda juga tidak ikhlas ketika membuang kotoran anda di WC? Waduh, gawat!

Ingat, bahwa ikhlas itu perkara hati, ikhlas itu pemberian Allah, kita hanya mampu mengupayakannya. Dengan seringnya anda bersedekah dan mengupayakan untuk ikhlas, maka tidak mustahil anda mampu untuk meraih keikhlasan walaupun bersedekah dengan jumlah yang banyak sekalipun. Jadi, masihkah anda menuggu untuk bisa ikhlas dalam bersedekah? Masihkah anda memilih bersedekah sedikit demi untuk meraih keikhlasan? Sudah, jangan dipikir-pikir lagi, bersedekahlah yang banyak, ikhlas atau tidak ikhlas, itu ngga penting! Ngga usah dipikir, nanti juga ikhlas-ikhlas sendiri, Allah yang ngatur!

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *