HomeMotivasiMau Jihad? Ayo Bisnis Aja !

Mau Jihad? Ayo Bisnis Aja !

Motivasi 0 3 likes 1.2K views share

Banyak yang memahami bahwa jihad selalu identik dengan mengangkat senjata, membunuh musuh, dan berperang hingga mati di jalan Allah. Padahal dewasa ini jihad seharusnya tidak hanya dimaknai ‘berani mati’ di jalan Allah, melainkan jihad juga dimaknai ‘berani hidup’ di jalan Allah.

KH. Abdul Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan menegaskan bahwa jihad dengan mengangkat senjata pada era sekarang adalah cara yang kuno dan ketinggalan zaman, jihad harus dipahami sebagai hidup berjuang di jalan Allah secara konsisten (istiqomah) hingga ajal menjemput dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Barang siapa yang hidup di jalan Allah dengan cara demikian, maka Allah akan menulis di akhir hayatnya sebagai orang yang mati syahid.

jihad seharusnya tidak hanya dimaknai ‘berani mati’ di jalan Allah, melainkan jihad juga dimaknai ‘berani hidup’ di jalan Allah.

Termasuk dalam kehidupan sehari-hari ketika seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya. Seseorang diwajibkan untuk memakan makanan yang halal dan mendapatkan makanan tersebut dengan cara baik. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui secara pasti dari mana asal harta kita sebenarnya, entah itu memang benar-benar sudah halal ataukah masih syubhat (diragukan halal-haramnya). Misalnya, seseorang yang menjadi guru atau dosen, ketika ia mempunyai tugas 2  jam mengajar di kelas yang tidak ia gunakan secara maksimal, bagaimana hukumnya? Contoh lain adalah seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahan, suatu saat  ia memperoleh bonus gaji dari atasan yang ia tidak tahu dari mana asalnya, lantas bagaimana hukumnya?

Satu-satunya pekerjaan yang hasilnya jelas halal-haramnya adalah bisnis. Karena dengan berbisnis anda terlibat secara penuh dengan pekerjaan anda sehingga mampu menentukan apakah harta yang anda dapatkan benar-benar terjamin kehalalannya. Memang benar bahwa menjalankan bisnis tidaklah mudah. Berbisnis adalah soal keberanian. Orang yang bergelut di bidang bisnis mempunyai jumlah penghasilan yang tidak menentu tergantung dari seberapa besar usaha yang ia lakukan untuk mengembangkan bisnisnya. Namun bukankah dengan demikian itu artinya berjuang? Yakni berharap atas rezeki Allah, berjuang mendapatkan rezeki yang halal, dan menghindarkan diri dari hal-hal yang haram atau bahkan syubhat.

Rasulullah bersabda bahwa 9 dari 10 pintu rezeki Allah ada pada perniagaan. Hal ini merupakan motivasi bagi setiap orang untuk selalu optimis dalam mengembangkan bisnisnya. Tidak heran jika banyak para pebisnis yang mempunyai penghasilan yang berlebih. Bahkan harta mereka dapat membantu meringankan beban masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Allah menegaskan, “wajahidu bi amwalikum wa anfusikum fi sabilillah, berjihadlah dengan hartamu dan nyawamu di jalan Allah (At-Taubah: 41). Dalam ayat ini Allah mendahulukan harta daripada nyawa seseorang. Artinya, dalam berjihad dahulukanlah menyedekahkan harta anda, baru nyawa anda.

9 dari 10 pintu rezeki Allah ada pada perniagaan.

Jadi, masihkah anda berpikir bahwa jihad itu melulu soal perang? Mau jihad? Ayo bisnis aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *